Postingan

Orang Belanda Iri, Orang Belanda Mencari Rempah

Gambar
Armada Belanda mengarungi lautan luas demi rempah. Pada tahun 1602, mereka bersepakat mendirikan VOC Kebutuhan akan rempah yang 'terbatas' sejak kejatuhan Konstantinopel memaksa orang-orang Eropa menemukan sendiri tempat asalnya Rempah-rempah adalah komoditas mahal, bahkan sangat mahal dan begitu menggiurkan potensi keuntungannya. Pasar Eropa sangat membutuhkan jahe, cengkih, biji pala, kamper, kayu manis, cendana, dan lain-lain. Dibandingkan dengan segenggam emas dengan bobot yang sama, rempah-rempah memiliki harga yang jauh lebih mahal. William Wilson Hunter yang menuliskan sejarah India menuturkan, di tahun 1608 di Inggris harga cengkih dijual seharga 36.287 poundsterling. Harga jual yang luar biasa mahal itu sama sekali berbeda jauh dengan harga aslinya di Ambon senilai 2.948 poundsterling. Rempah-rempah itu nantinya akan digunakan untuk memberi cita rasa masakan, mengawetkan bahan pangan, bahan baku obat, dan mencegah daging membusuk. Pasca  Reconqui...

Buku "Perang Konvoi Cianjur-Sukabumi 1945-1946"

Gambar
Pada tanggal 27 Januari lalu, saya menyempatkan diri untuk kembali mengunjungi toko buku Gramedia. Pilihan saya jatuh pada Gramedia World Emerald Bintaro yang dekat dari lokasi saya di Pamulang, Tangerang Selatan. Toko buku ini berdiri sendiri dengan gedung sendiri pula. Kedatangan saya bertepatan dengan obral buku murah (buku tertentu) mulai dari Rp5.000,00 s/d Rp30.000,00. Setelah menarik dua buku pilihan dari obral bukunya, dengan eskalator saya beranjak langsung menuju lantai tiga di mana deretan buku bertema sosial berada. Secara tidak sengaja kedua mata saya tertuju pada satu buku yang menarik. Judul buku tersebut adalah "Perang Konvoi Sukabumi-Cianjur 1945-1946". Rupanya buku ini mengangkat tentang pertempuran-pertempuran yang terjadi di sepanjang jalur yang dilewati pasukan Sekutu di Jawa Barat dengan rute Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung. Alhasil saya sangat tertarik dan ikut membawa pulang (tentunya setelah membayar di kasir). Buku-buku tentang perang pasca...

Usia Baru, Hobi Baru, Kegiatan Baru

Gambar
Foto yang diambil di Museum Fatahillah, Jakarta, 27 Desember 2016 Pada tanggal 8 Januari lalu saya memperingati hari kelahiran saya yang ke-22. Anda bisa tebak sendiri di tahun berapa saya lahir meskipun muka saya terlihat "boros". Yah, biarpun tidak ada acara makan-makan bersama apalagi serah-terima hadiah yang tepenting harus tetap disyukuri, karena apa yang diberikan Allah Swt pada saya jauh lebih berharga. Pengalaman dari perjalanan hidup mengajarkan banyak hal yang sangat mahal bagi saya pribadi. Di usia baru ini juga saya semakin yakin untuk melangkah ke depan dengan berbagai bakat yang saya dapatkan dari Allah. Menggeluti dunia sejarah, budaya, dan literasi kini menjadi bagian kehidupan baru saya. Rasanya seperti air yang mengalir begitu saja. Tapi itulah kuasa Allah. Apa yang Allah anugerahkan sekaligus amanahkan terjadi dengan cepat. Dibandingkan tahun lalu yang masih "coba-coba" di dunia literasi, alhamdulillah saya bisa sedikit demi sedikit m...

Tentang Fajar

Gambar
Halo, selamat datang di blog pribadi saya yang sederhana ini. Cukup sederhana untuk mengekspos tentang apa yang saya lakukan, meskipun tidak semuanya yang saya tampilkan dalam blog ini karena sebagiannya merupakan privasi. Saya menyukai dunia agama, budaya, misteri, dan sejarah. Karena empat hal ini adalah bagian dari hidup saya. Sebagai anak muda introvert multipolar (atau terserah kalian menyebutnya sebagai apa), tidak banyak yang ingin saya lakukan kecuali yang bermanfaat bagi diri saya pribadi dan orang lain. Menghabiskan akhir pekan ke museum, tempat teduh (seperti Kebun Raya Bogor), atau membeli buku bacaan baru yang menyenangkan seperti karya-karya sosok parodi Kakek Sugiono maupun versi aslinya yang aktor film dewasa Jepang yang tersohor itu berbau keempat hal tadi adalah sekian dari berbagai kegiatan yang saya lakukan.