Postingan

Menapak Tilas Sejarah Perjalanan PETA di Hari Pahlawan

Gambar
Tanggal 10 November selalu diperingati sebagai Hari Pahlawan sekaligus terjadinya Pertempuran Surabaya antara pasukan dan laskar Republik Indonesia yang masih belia menghadapi serangan tentara Sekutu. Spirit mereka tetap hidup dan menjadi benih penyemangat generasi muda dalam berkarya. Berkarya, maksudnya melakukan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat dalam rangka mengisi kemerdekaan yang telah didapat. Hal itu juga dilakukan oleh kami yang berada di KPBMI (Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia). Untuk mengisi Hari Pahlawan di tanggal 10 November 2018 ini dengan hal yang bermanfaat, bersama komunitas lainnya, kami melakukan perjalanan “Tapak Tilas: Sejarah Perjalanan Tentara Pembela Tanah Air (PETA)” yang dimulai dari Munasprok (Museum Perumusan Naskah Proklamasi) menuju Monumen dan Museum Pembela Tanah Air di mana kegiatan berlangsung.

Pembukaan Pameran Wastra Nirbatik Nirtenun di Museum Tekstil Jakarta

Gambar
Kemarin, saya menghadiri pembukaan "Pameran Wastra Nirbatik Nirtenun: Membuat dan Menghias Wastra Tanpa  Alat Tenun" yang diadakan di Museum Tekstil, Jakarta Barat. Pameran yang digelar selama 8 - 18 November 2018 ini ditujukan kepada khalayak umum untuk mengenal lebih dalam berbagai hasil pembuatan kain non batik dan tanpa menggunakan alat tenun yang ada di Indonesia.

Kawa Daun Alias Teh Daun Kopi yang Menyehatkan

Gambar
Penyajian Kawa Daun dengan cara tradisional yang masih dipertahankan di Sumatera Barat hingga hari ini (gambar dari voxpop.id ). Tanaman kopi (gambar dari warstek.com ). Manusia sudah mengenal kopi sudah sejak sangat lama. Komoditas ini menyebar ke seluruh dunia melalui jalur perdagangan, terlebih di masa penjelajahan orang Eropa. Di Indonesia sendiri sejak perdagangan VOC ( Vereenigde Oostindische Compagnie ) mendominasi kemudian pemerintahan kolonial Belanda mengambil alih aset-asetnya, biji kopi semakin banyak ditanam dan dinikmati orang. Kita mengenal berbagai jenis kopi mulai dari kopi Gayo, Toraja, Sidikalang, hingga Kerinci. Beberapa masa kemudian, kita bisa dengan mudah menemukan warung kopi atau coffee shop di mana saja kita berada. Setiap berkumpul dengan teman pun rasanya tidak lengkap tanpa kehadiran pacar dan kopi.

KNIL; Perang Kolonial di Nusantara Dalam Catatan Prancis

Gambar
Cover depan buku "KNIL; Perang Kolonial di Nusantara Dalam Catatan Prancis" dalam koleksi pribadi saya Sebagai bekas wilayah jajahan Hindia Belanda, sesungguhnya Indonesia disatukan oleh ekspansi dan operasi militer kolonial Belanda. Sejak awal, kekuatan militer yang menjadi tulang punggung penaklukan dan penyatuan wilayah Hindia Belanda, yang kini menjadi Indonesia, adalah tentara Eropa dari berbagai kebangsaan. Tetapi, jangan dilupakan, meski menjadi kawula jajahan, para prajurit Nusantaralah yang kemudian menjadi kekuatan pemersatu.

Rijsttafel, Kuliner Nusantara Kesukaan Orang Belanda

Gambar
Sajian Rijsttafel sekitar tahun 1880-an dalam sebuah keluarga Belanda. Jika berbicara mengenai kuliner pada masa Hindia Belanda rasanya kurang lengkap tanpa membicarakan sebuah penyajian makanan yang satu ini. Dapat dikatakan penyajian makanan ini adalah sesuatu yang tidak biasa namun menarik pada masa itu. Bagaimana tidak, makanan yang disajikan adalah makanan Indonesia tetapi yang menyantapnya adalah orang-orang Belanda. Penyajian kuliner Indonesia sebagai santapan orang Belanda ini dinamakan dinamakan Rijsttafel. Di Indonesia, kini Rijsttafel sulit untuk dijumpai. Justru di Belanda, Rijsttafel sering ditemukan di berbagai rumah makan. Rijsttafel merupakan istilah dari bahasa Belanda yang artinya "meja nasi". Rijsttafel adalah cara penyajian makanan secara berurutan dengan berbagai pilihan kuliner khas Nusantara. Cara penyajian semacam ini berkembang pada masa Hindia Belanda dengan cara memadukan tata perjamuan resmi ala Eropa dengan kebiasaan makanan penduduk lo...

Mengenal Kuliner Nusantara Melalui Jajan Squad

Gambar
Tampilan depan Jajan Squad di Line Webtoon Indonesia memiliki banyak sekali kuliner yang berbeda dengan cita rasa yang menarik. Hampir di setiap daerah kita akan bisa dengan mudah menemukannya. Mulai dari yang rumit hingga sangat sederhana, dari yang lezat hingga yang sangat lezat dengan rasa yang sulit dijelaskan, berbahan dasar satu jenis saja maupun berbeda jenis lainnya. Di setiap perbedaan rasa itu tidak jarang tersimpan cerita tentang sejarahnya yang unik. Itulah yang ditampilkan sebuah komik di Line Webtoon berjudul Jajan Squad. Jujur saja, saat pertama kali saya membaca judulnya malah membuat saya berpikir kalau ini adalah komik action meski letaknya berada di genre Slice of Life. Jajan Squad mengisahkan tentang tiga orang sekawan yakni Jeno, Panca, dan Vidya yang memiliki kesamaan hobi pada kuliner. Mereka pun melakukan kegiatan vlog ( video blogger ) untuk meliput kuliner apa saja yang sudah mereka nikmati. Saya sendiri sempat tercengang karena ada beberapa macam...

Blusukan & Diskusi Mausoleum O.G. Khouw di TPU Petamburan

Gambar
Para peserta Blusukan & Diskusi Mausoleum O.G. Khouw, TPU Petamburan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 01/07/2018 Pada tanggal 1 Juli 2018 kemarin, KPBMI (Kelompok Pemerhati Budaya dan Museum Indonesia) bersama LOH (Love Our Heritage) telah melaksanakan kegiatan Blusukan & Diskusi Mausoleum O.G. Khouw di TPU Petamburan, Jakarta Pusat. Sosok O.G. Khouw (1874-1927) yang wafat di Ragaz, Swiss dikenal sebagai seorang filoantropis terkemuka dan keturunan Khouw van Tamboen. Khouw van Tamboen sendiri dikenal sebagai keluarga yang paling berpengaruh di Hindia Belanda yang juga dikenal melalui Khouw Tjeng Kie yang membangun Landhuis Tambun dan Stasiun Tambun. Mausoleum tersebut dibangun sebagai tanda cinta kasih dari istri beliau, Lim Sha Nio (1897-1957). Abu jenazah dari O.G. Khouw kemudian dibawa pulang ke Hindia Belanda. Bertahun-tahun kemudian, Nyonya Nio turut dikebumikan di sana.