Postingan

Kenalkan, Ini Bang Rudiyant....

Gambar
  Saya bersama Bang Rudiyant di Museum Sejarah Jakarta, 2019 Setiap orang punya sosok inspirasi yang membuatnya maju dan bersemangat. Itu juga yang saya rasakan. Ada banyak orang yang menjadi inspirasi dan mereka sudah memulai kesuksesan dalam bidang masing-masing sebelum saya merintisnya di masa sekarang. Entah itu mereka sebagai guru, dosen dan lain sebagainya. Saya mendapatkan banyak pelajaran melalui peran langsung dan tidak langsung yang mereka lakukan. Salah satunya adalah sosok yang saya ceritakan ini. Saya dan rekan-rekan memanggil beliau dengan sapaan khas, ‘Bang Rudiyant’. Beliau adalah seorang novelis, wirausaha dan petualang yang hebat di mata saya. Bang Rudiyant juga pernah bermain dalam beberapa film di antaranya “Air Terjun Bukit Perawan” yang mana film tersebut diangkat dari salah satu novel karya beliau sendiri.

Novel "Unforgiven": Ketika Rumah Menyimpan Cerita Kelam Masa Lalu

Gambar
Tampilan depan novel "Unforgiven" Rumah adalah tempat yang nyaman. Tempat kita berteduh dari hujan dan panas. Di rumah pula kita dapat beristirahat dan melepas penat dari rutinitas di dunia luar. Banyak pula orang yang menghabiskan waktu di rumah melakukan berbagai hal yang menyenangkan dan mudah. Namun, pernahkah kamu mendapatkan cerita tentang riwayat rumahmu jika rumah itu sudah berdiri sudah lama sebelum kamu lahir dan tempati? Bagaimana jika di sana menyimpan cerita kelam yang pernah terjadi di masa lalu?

Nasi Untuk Serdadu di Hindia Timur

Gambar
Para serdadu KNIL di geladak sebuah kapal, 1910 (Tropenmuseum) Umumnya, ketika mendengar kisah tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia banyak dari kita membayangkan pasukan kolonial makan enak dengan roti, keju, susu dan makanan Eropa lainnya. Namun, ternyata semua itu tidak selalu menjadi santapan sehari-hari. Sama halnya dengan penduduk sipil Eropa yang menikmati aneka sajian lengkap Rijstaffel, mereka yang menjadi tentara juga merasakan makanan yang kurang lebih sama. Nasi juga menjadi menu yang dinikmati setiap hari.

Pernah Disinggahi James Cook, Ini Catatannya Tentang Perbaikan Kapal di Pulau Onrust

Gambar
  Lukisan sosok James Cook dalam balutan seragam perwira Royal Navy yang dilukis oleh Sir Nathaniel Dance-Holland (Koleksi Museum Maritim Nasional, Inggris)   James Cook dikenal sebagai seorang penjelajah, kartografer, navigator dan kapten di Royal Navy (AL Kerajaan Inggris). Petualangannya di Samudera Pasifik menjadikannya sebagai salah satu penjelajah terkemuka Inggris selain Francis Drake. Tidak banyak yang tahu jika James Cook pernah datang ke Batavia dan Onrust. Kerusakan yang dialami HMS Endeavour (kapal yang dipimpin oleh Cook) membuatnya harus singgah di dua tempat tersebut sebelum dapat kembali meneruskan perjalanan. Onrust pada masa itu dikenal sebagai salah satu tempat perbaikan kapal terbaik di dunia dan sering didatangi banyak pelaut dari berbagai belahan dunia, setidaknya menurut pengakuan Cook sendiri dalam catatannya. Tentang tanggal kedatangannya ada dua perbedaan. Menurut catatan Cook, dia tiba di Batavia tanggal 10 Oktober 1770. Namun pe...

Duta Museum Jakarta Belajar Membatik

Gambar
Museum sudah tidak lagi dipandang sebagai tempat penyimpanan benda-benda peninggalan masa lalu belaka, di mana orang masuk dan keluar hanya melihat itu saja. Namun berbagai kegiatan utamanya yang bertema seni dan budaya juga dapat dilakukan. Salah satunya dengan membatik.

Ayo, Kita Kunjungi MUNASAIN Kota Bogor!

Gambar
Kali ini masih tentang museum. Sebagai penjelajah antarkota (meski jarang pergi ke kota lain yang jaraknya lebih jauh) rasanya seperti ada yang kurang kalau belum datang ke museum. Di Jakarta pun waktu saya lebih banyak untuk ke sana sekadar melihat dan mempelajari setiap koleksi atau undangan kegiatan yang diadakan dari Kemdikbud dan lainnya. Bagi saya adalah kesempatan berharga bisa mengunjungi museum maupun situs cagar budaya setempat yang ada. Kebiasaan ini terbawa ketika saya datang ke kota lain. Termasuk di antaranya Bogor.

Kembali Ke Alam Bersama MUNASAIN Kota Bogor

Gambar
Manusia selalu memanfaatkan apa yang disediakan oleh alam. Seiring dengan perkembangan zaman ia pun menjadi bagian dari keanekaragaman kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia dengan ciri khas masing-masing. Dalam kegiatan Night At The Museum kali ini, MUNASAIN (Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia) Kota Bogor mengajak para peserta untuk kembali pada alam. Bukan hanya sekadar memberikan gambaran tindakan untuk kebaikan namun juga memberikan penyegaran kembali akan pemahaman mengenai alam Indonesia. Derasnya hujan yang mengguyur kota Bogor pada malam itu tidak menyurutkan niat peserta untuk datang ke kegiatan tersebut. Sebagai ‘teman’ acara, camilan dan minuman tradisional khas Sunda seperti bajigur, comro, dodongkal, kue ali (kue cincin) dan jagung rebus disajikan untuk para peserta yang kemudian diakhiri dengan menyantap nasi kuning bersama-sama dalam penutupannya. Dan karena berlokasi di salah satu kota terkenal di Jawa Barat, memahami alam sesuai kultur dan kosm...